
Satelit orbit rendah merupakan satelit yang ditempatkan di ketinggian yang cukup rendah, biasanya satelit ini berada di orbit rendah bumi dengan ketinggian 200 hingga 2000 km.
Satelit ini mulai banyak digunakan penyedia layanan internet karena menawarkan internet yang lebih stabil dibandingkan yang ditawarkan satelit geostasioner.
Selain itu, satelit ini juga didukung berbagai macam teknologi canggih. Untuk mengetahui apa saja teknologi yang digunakan pada satelit ini sebaiknya lihat ulasan singkat berikut ini.
Mengapa Banyak yang Menggunakan Satelit Orbit Rendah?

Ada banyak penyedia layanan internet yang memilih satelit orbit rendah dibandingkan satelit jenis lainnya dengan alasan yang sangat beragam, berikut ini beberapa contoh alasannya.
Menawarkan Latensi Rendah
Latensi merupakan waktu yang diperlukan data untuk melakukan berpindah dari perangkat pengirim ke perangkat penerima. Latensi yang ditawarkan satelit orbit rendah atau LEO sangat rendah hanya berkisar antara 20 sampai 40 ms.
Sedangkan satelit GEO latensinya lebih tinggi mencapai 600 ms. Karena latensinya yang tinggi membuat penyedia layanan tidak memilih satelit GEO dan lebih memilih satelit LEO karena latensi yang rendah bisa membuat koneksi menjadi lebih cepat.
Menawarkan Kecepatan Lebih Tinggi
Satelit LEO menawarkan bandwidth yang besar sehingga kecepatan internetnya sangat tinggi. Satelit ini mampu melakukan hal ini karena jaraknya cukup dekat dengan bumi sehingga transfer datanya lebih cepat. Kecepatan yang tinggi ini memungkinkan pengguna untuk mengunduh file besar dan streaming video 4k tanpa masalah.
Mempunyai Cakupan Wilayah yang Luas
Satelit LEO dipilih karena satelit ini mempunyai cakupan area yang sangat luas, berbeda dengan internet konvensional yang cakupannya hanya di daerah perkotaan atau wilayah yang mudah dijangkau.
Kalau satelit LEO bisa mencakup daerah pegunungan, pulau-pulau kecil dan wilayah terpencil lainnya. Kondisi ini bisa terjadi karena satelit-satelit LEO bisa saling berkoordinasi dan dapat menutupi area lebih luas secara dinamis.
Mampu Merespon Perubahan Data dengan Cepat
Satelit LEO mampu bergerak secara cepat mengelilingi bumi sehingga jaringan yang terbentuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan data yang begitu cepat. Teknologi ini juga mendukung skala jaringan yang mudah diperluas dan dikurangi sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Baca juga : 6 Kelebihan Amazon Leo Internet Satelit
Teknologi yang Digunakan Satelit Orbit Rendah
Satelit LEO bisa bekerja dengan sangat baik berkat adanya teknologi-teknologi canggih yang mendukungnya. Berikut ini beberapa contoh teknologi utama yang dimiliki satelit ini.
Teknologi CubeSat
CubeSat merupakan satelit yang berukuran kecil dengan berat hanya 1 kg. Teknologi satelit ini memungkinkan penyedia layanan untuk meluncurkan satelit mini dalam jumlah yang sangat banyak dengan biaya yang terjangkau. Meskipun ukurannya kecil, satelit ini mampu menerima dan mengirimkan data dengan cepat ke perangkat pengguna.
Sistem Konstelasi Satelit
Konstelasi merupakan jaringan internet yang bekerja secara koordinatif untuk menyediakan konektivitas yang handal dengan cakupan jaringan yang luas. Pada satelit LEO, konstelasi terdiri dari ratusan sampai ribuan satelit yang saling bekerja sama dan berkomunikasi satu dengan lainnya.
Teknologi Inter Satelit
Satelit LEO dilengkapi teknologi inter satelit yang memungkinkan satelit ini untuk berkomunikasi melalui gelombang radio dan laser optik. Keberadaan teknologi ini dapat meningkatkan kecepatan data, memperluas cakupan global dan meningkatkan stabilitas jaringan. Selain itu, teknologi ini juga bisa mengurangi ketergantungan pada stasiun bumi.
Antena Phased Array
Antena ini merupakan antena yang dapat mengarahkan sinyal secara otomatis tanpa harus digerakkan secara fisik. Selain itu, antena ini juga bisa meningkatkan kekuatan sinyal serta mengurangi interferensi yang dapat menyebabkan gangguan koneksi.
Baca juga : Mengenal Cara Kerja Jaringan Internet Satelit Orbit Rendah
Beamformin
Teknologi beamforming memungkinkan satelit untuk mengarahkan sinyal ke perangkat pengguna secara tepat. Teknologi ini juga bisa memperkuat dan menstabilkan sinyal sehingga koneksi internet yang dinikmati pengguna bisa selalu stabil.
Sistem Propulsi
Sistem ini terdiri dari ion thrusters dan propelan ringan yang digunakan untuk memperpanjang umur satelit, menyesuaikan posisi orbit dan menghindari tabrakan. Dengan adanya teknologi ini, satelit jadi bisa melakukan manuver untuk menjaga posisi agar tetap optimal serta menghindari satelit lain atau sampah antariksa.
Teknologi Sistem Navigasi
Satelit LEO sudah dilengkapi sistem navigasi canggih seperti GPS dan GNSS. Sistem navigasi ini dapat membantu satelit untuk melakukan orientasi dan menentukan posisi secara akurat. Selain itu, ada juga teknologi sensor inersia dan IMU yang dapat memastikan orientasi dan kestabilan satelit selama beroperasi.
Teknologi Energi Canggih
Satelit LEO sudah didukung panel surya berteknologi tinggi yang dapat menghasilkan energi dalam jumlah yang besar dari sinar matahari selama sedang beroperasi di orbit. Energi yang dihasilkan panel ini akan disimpan di baterai Lithium-Ion kapasitas besar. Dengan adanya pasokan energi yang melimpah, satelit LEO bisa tetap beroperasi ketika berada di bayangan bumi tanpa mengalami gangguan.
